"Kau tahu, di tengah semua kesedihan itu, setidaknya saat itu aku akhirnya menyadari, aku tidak akan pernah bisa melanjutkan hidup dengan hati yang hanya tersisa separuh. Tidak bisa. Hati itu sudah rusak tidak utuh lagi. Maka aku memutuskan membuat hati yang baru. Ya, hati yang benar benar baru"
Hening sejenak.
Alysa mengangkat kepalanya bertanya ragu-ragu, cemas, "apakah dihati yang baru itu masih tersisa namaku?"
-TereLiye, Sepotong Hati yang baru
Tidak ada komentar:
Posting Komentar